Mengenal DLP 3D Printer yang Menggunakan 3D resin

By May 24, 2019 May 28th, 2019 Chrombit News

DLP adalah singkatan dari digital light processing, dan merupakan jenis polimerisasi VAT. Teknologi 3D printing polimerisasi VAT menggunakan resin 3D photopolymer (cair) yang mampu memadat di bawah sumber cahaya.

Dalam dunia polimerisasi VAT, ada dua teknologi utama: SLA dan DLP. Secara alami, keduanya menggunakan resin dan sumber cahaya untuk menghasilkan bagian, perbedaan utama adalah jenis sumber cahaya yang digunakan untuk memadatkan resin.

Printer 3D SLA mulai bekerja dengan menurunkan build platform ke dalam tangki yang diisi resin dengan hanya satu lapisan ketinggian tersisa di antara bagian bawah tangki dan platform build. Kemudian galvanometer mengambil alih.

Galvanometer adalah komponen seperti cermin yang digunakan untuk menavigasi sinar laser printer SLA ke bagian bawah tangki. Dengan bantuan kode-G, galvanometer menavigasi sinar laser di jalur yang mewakili satu lapisan bagian tertentu. Laser kemudian menyembuhkan resin yang membuat lapisan padat bagian. Ketika satu layer selesai, platform build bergerak dengan ketinggian satu layer dan prosesnya diulangi sampai bagian tersebut selesai.

Berbeda dengan DLP 3D printer, sumber cahaya adalah layar proyektor cahaya digital yang dikembangkan secara khusus. Berkat layar ini, DLP umumnya dianggap lebih cepat daripada SLA, dan inilah alasannya:

Dengan SLA, laser harus memadatkan resin secara individual dengan teknik “point to point”. Di sisi lain, layar proyektor DLP memancarkan gambar lapisan sekaligus! Dengan demikian semua titik lapisan dapat dipadatkan secara bersamaan. Dengan cara ini, kecepatan cetak meningkat dibandingkan dengan SLA karena membutuhkan waktu lebih sedikit untuk memadatkan satu lapisan.

Visual appearance of SLA and DLP prints.

Karena DLP adalah teknologi digital, gambar 2D yang diproyeksikan terdiri dari piksel. Ketika diterjemahkan ke dalam tiga dimensi, mereka menjadi voxels.

Baca juga : Trend Desain Grafis 2019 yang akan Populer

Sumber cahaya dari DLP 3D printer itu sendiri, layar LED, tidak berarti apa-apa tanpa perangkat mikromirror digital (DMD), “jantung” dari setiap chipset DLP. DMD berisi ratusan ribu atau bahkan jutaan micromirrors kecil yang mengarahkan cahaya dan menciptakan pola lapisan ke bagian bawah tangki resin.

Resolusi bagian yang dicetak menggunakan DLP 3D printer biasanya sesuai dengan jumlah mikromirror di dalam perangkat DMD.

Baik printer DLP dan SLA menggunakan 3d resin, sehingga biaya pencetakannya hampir sama. Namun, perlu diingat bahwa biaya sangat tergantung pada produsen resin atau bahkan printer.

Chrombit menyediakan 3D resin dengan kualitas terbaik untuk printer DLP dan SLA. Bagi yang membutuhkan 3D resin jakarta, dapat menghubungi Chrombit. Dengan harga yang terjangkau 3D resin Chrombit diimport dari Korea Selatan.

Sumber : artikel ini diterbitkan dalam bahasa Inggris oleh all3dp

Leave a Reply

© 2017, Chrombit Digital Lab